Selasa, 01 Oktober 2013

ETILEN dan KARBIT



A.   ETILEN
1. Pengertian Gas Etilen
Etilen merupakan hormon tumbuh yang diproduksi dari hasil metabolisme normal dalam tanaman. Etilen berperan dalam pematangan buah dan kerontokan daun. Etilen disebut juga ethane. Senyawa etilen pada tumbuhan ditemukan dalam fase gas, sehingga disebut juga gas etilen. Gas etilen tidak berwarna dan mudah menguap. Etilen memiliki struktur yang cukup sederhana dan diproduksi pada tumbuhan tingkat tinggi.

2. Produksi Gas Etilen
            Etilen diproduksi oleh tumbuhan tingkat tinggi dari asam amino metionin yang esensial pada seluruh jaringan tumbuhan. Produksi etilen bergantung pada tipe jaringan, spesies tumbuhan, dan tingkatan perkembangan[9]. Etilen dibentuk dari metionin melalui 3 proses, yaitu :
• ATP merupakan komponen penting dalam sintesis etilen. ATP dan air akan membuat metionin kehilangan 3 gugus fosfat.
• Asam 1-aminosiklopropana-1-karboksilat sintase(ACC-sintase) kemudian memfasilitasi produksi ACC dan SAM (S-adenosil metionin).
• Oksigen dibutuhkan untuk mengoksidasi ACC dan memproduksi etilen. Reaksi ini dikatalisasi menggunakan enzim pembentuk etilen.

3. Fungsi Gas Etilen
            Fungsi utama dari gas etilen sendiri adalah berperan dalam proses pematangan buah. Tapi, selain itu ada fungsi lain dari gas etilena, yaitu :
-          Mengakhiri masa dormansi.
-          Merangsang pertumbuhan akar dan batang.
-          Pembentukan akar adventif.
-          Merangsang absisi buah dan daun.
-          Merangsang induksi bunga Bromiliad.
-          Induksi sel kelamin betina pada bunga.
-          Merangsang pemekaran bunga.
-          Bersama auksin gas etilen dapat memacu perbungaan mangga dan nanas.
-          Dengan giberelin, gas etilen dapat mengatur perbandingan bunga jantan dan bunga betina pada tumbuhan berumah satu.

4. Dampak Gas Etilen
            Selain dampak yang menguntungkan, ternyata gas etilen itu sendiri memiliki dampak yang tidak diinginkan, yaitu :
- Mempercepat senensen dan menghilangkan warna hijau pada buah seperti mentimun dan sayuran daun.
- Mempercepat pemasakan buah selama penanganan dan penyimpanan.
- “Russet spoting” pada selada.
- Pembentukan rasa pahit pada wortel.
- Pertunasan kentang.
- Gugurnya daun (kol bunga, kubis, tanaman hias).
- Pengerasan pada asparagus.
- Mempersingkat masa simpan dan mengurangi kualitas bunga.
- Gangguan fisiologis pada tanaman umbi lapis yang berbunga.
- Pengurangan masa simpan buah dan sayuran.

5. Mekanisme Pematangan Buah dan Pengguguran Daun
    a.Pematangan Buah
            Pematangan buah merupakan suatu variasi dari proses penuaan melibatkan konversi pati atau asam-asam organik menjadi gula, pelunakan dinding-dinding sel, atau perusakan membran sel yang berakibat pada hilangnya cairan sel sehingga jaringan mengering. Pada tiap-tiap kasus, pematangan buah distimulasi oleh gas etilen yang berdifusi ke dalam ruang-ruang antarsel buah. Gas tersebut juga dapat berdifusi melalui udara dari buah satu ke buah lainnya, sebagai contoh satu buah apel ranum akan mampu mematangkan keseluruhan buah dalam satu lot. Buah akan matang lebih cepat jika buah tersebut disimpan di dalam kantung plastik yang mengakibatkan gas etilen terakumulasi. Pada skala komersial berbagai macam buah misalnya tomat sering dipetik ketika masih dalam keadaan hijau dan kemudian sebagian dimatangkan dengan mengalirkan gas etilena.
            Pada kasus lain, petani menghambat proses pematangan akibat gas etilen alami. Penyimpanan buah apel yang dialiri dengan gas CO2 yang selain berfungsi menghambat kerja etilen, juga mencegah akumulasi etilen. Dengan teknik ini buah apel yang di panen pada musim gugur dapat disimpan untuk dijual pada musim panas berikutnya.
     b. Pengguguran Daun
            Seperti halnya pematangan buah, pengguguran daun pada setiap musim gugur yang diawali dengan terjadinya perubahan warna, kemudian daun mengering dan gugur adalah juga merupakan proses penuaan. Warna pada daun yang akan gugur merupakan kombinasi pigmen-pigmen baru yang dibentuk pada musim gugur, kemudian pigmen-pigmen yang telah terbentuk tersebut tertutup oleh klorofil. Daun kehilangan warna hijaunya pada musim gugur karena daun-daun tersebut berhenti mensintesis pigmen klorofil. 
Peranan etilen dalam memacu gugurnya daun lebih banyak diketahui daripada peranannya dalam hal perubahan warna daun yang rontok dan pengeringan daun. Pada saat daun rontok, bagian pangkal tangkai daunnya terlepas dari batang. Daerah yang terpisah ini disebut lapisan absisi yang merupakan areal sempit yang tersusun dari sel-sel parenkima berukuran kecil dengan dinding sel yang tipis dan lemah.


B.   KARBIT
Selain harus menunggu buah matang langsung dari pohonnya, orang-orang biasa menggunakan cara tradisional dengan cara memeram buah dengan karbit (kalsium karbida).
Di dalam buah terdapat zat kimia yang disebut etilin, zat alami tersebut yang berperan dalam proses pematangan buah. Sedangkan Karbit atau kalsium karbida (CaC2) yang bila terkena air/uap yang mengandung air akan menghasilkan gas asetilin (tidak alami) yang menghasilkan panas dan berfungsi sama seperti etilin sehingga buah cepat matang, dengan cara buah ditempatkan di tempat tertutup.
Persamaan reaksi Kalsium Karbida dengan air adalah:
CaC2 + 2 H2OC2H2 + Ca(OH)2
Karena itu 1 gram CaC2 menghasilkan 349ml asetilen. Pada proses las karbit, asetilen yang dihasilkan kemudian dibakar untuk menghasilkan panas yang diperlukan dalam pengelasan.

1.      Kegunaan Karbit
Secara luas karbit digunakan untuk pembuatan Gas Acetylene (C2H2), yaitu bahan untuk memotong dan mengelas bahan-bahan besi dan baja pada industri perkapalan, pertambangan, karoseri mobil serta industri kecil.
Karbit juga digunakan pada pengelasan yang dilakukan tukang-tukang las yang banyak dijumpai dipinggir jalan.
Dalam Industri peleburan besi dan baja dan dalam industri pertambangan metal (emas, nickel, tembaga, dll) Karbit digunakan sebagai “desulphurising medium” yaitu bahan untuk memisahkan kotoran dari bagian-bagian logam tersebut.
Dalam kehidupan sehari-hari karbit juga digunakan dalam teknologi praktis yaitu untuk pematangan buah-buahan (fruit ripening) utamanya untuk buah mangga, pisang, dan papaya. Rekayasa tersebut dapat membuat buah matang merata dengan warna menarik tanpa mengurangi kualitas.
Sedang dalam usaha percepatan pembibitan kentang, karbit dapat memperpendek masa tidur (dormancy period) bibit kentang yang biasanya 5-6 bulan menjadi sekitar 2-3 bulan.

14 komentar:

  1. Permasalahan:
    Karbit jika terkena air akan menghasilkan gas asetilen, gas yang mirip dengan gas etilen. Dalam proses pematangan buah, ada yang secara alami yakni dengan bantuan gas etilen dan ada yang buatan yakni dengan bantuan karbit. Manakah proses pematangan yang lebih cepat ? berikan alasannya dan apa dampak yang terjadi?

    BalasHapus
  2. Menurut literatur yang saya baca proses pematangan buah yang lebih cepat yaitu dengan menggunakan karbit (Calcium Carbide), hal ini dikarenakan ketika Karbit terkena air atau uap air akan menghasilkan Gas Asetilin. Gas ini dalam struktur kimianya serupa dengan Etilen alami. Karena dipenuhi dengan Gas Asetilin inilah, buah akan berfermentasi serentak menjadi matang. Betul, apabila buah kurang matang akan tidak semanis yang matang, karena kandungan Karbohidrat – Zat Pati nya masih kurang. Gas asetilin karena ringan akan terbang dan tercampur dengan udara. Namun kelemahan dari penggunaan karbit sebagai bahan pematangan buah secara instant, adalah buah menjadi lebih cepat membusuk dari pada matang dengan proses kimiawi. Seharusnya buah matang dengan sendirinya, ketika proses kimiawi berjalan. contohnya seperti buah pisang, Karbohidrat dalam kandungan daging buahnya berubah menjadi glukosa, yang membuat rasa manis dan melunak.
    Proses tersebut menghasilkan Gas Etilen. Gas ini merambat dari molekul satu ke yang lainnya membuat sekitarnya jadi matang pula.

    pematangan alami laama terjadi karena tidak serempak (harus ada buah yang lebih dahulu masak sebagai pemicu). Penggunaan KARBIT lebih cepat karena seluruh buah dirangsang sehingga bisa langsung masak dengan bersamaan.

    BalasHapus
  3. assalammu'alaikum wr.wb raudhah
    saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda buat

    Menurut pendapat saya , saya sering melakukan proses pematanga buah debngan cara pengarbitan yang terbukti mempercepat pematangan buah jika dibandingkan dengan proses pematang buah secara alami.
    Menurut literatur yang saya baca persamaan reaksi Kalsium Kabrida dengan air:

    CaC2 + 2 H2O → C2H2 + Ca(OH)2
    Karena itu 1 gram CaC2 menghasilkan 349ml asetilen.

    Karbit atau kalsium karbida (CaC2) yang bila terkena air/uap yang mengandung air akan menghasilkan gas asetilin (tidak alami) yang menghasilkan panas dan berfungsi sama seperti etilen sehingga buah cepat matang, dengan cara buah ditempatkan di tempat tertutup

    Dampak dari pengarbitan, kebanyakan buah yang melalui proses pengarbitan buah yang dihasilkan kurang manis dan lebih cepat membusuk dan dikhawatirkan dalam proses pengarbitan karbit atau gas yang dihasilkan akan menempel pada kulit buah dan dalam pengonsumsiannya apabila buah tidak dicuci maka ditakutkan karbit yang biasa untuk las akan tertelan dan pastinya akan berbahaya bagi tubuh kita.

    sekiaan semoga bisa membantu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. apa benar air rendaman karbit bisa membuat warnah bawang merah menjadi tambah merah?

      Hapus
  4. Proses pematangan semua buah-buahan terjadi karena adanya gas etilen (ethylene) yang dikeluarkan oleh buah yang bersangkutan. Semakin banyak gas etilen yang meliputi buah ini, semakin cepat buah tersebut menjadi matang.
    Pemeraman dapat dilakukan dengan cara yang bukan alamiah yaitu dengan menggunakan karbit. Nama kimia ’karbit’ ini adalah Kalsium karbida (CaC2) dan dalam keadaan lembab/basah karbit ini akan mengeluarkan gas asetilen (acetylene) yang mempunyai sifat seperti gas etilen. Jadi untuk memeram buah yang masih mentah, karbit ini kita bungkus dengan kain yang lembab/agak basah kemudian ditaruh pada wadah yang berisi buah dan ditutup rapat. Setelah dua-tiga hari, maka buah tersebut akan masak.
    Cara menggunakan karbit ini memang tak menghasilkan buah matang seenak dan semanis dengan cara alamiah. Seringkali dari luar buah ini kelihatan berwarna kuning cerah, namun di dalamnya masih terasa sepat atau hambar. Dan dari kata karbit ini kita mengenal kata kiasan karbitan, yaitu ’dipaksakan’ padahal dalam faktor usia yang bersangkutan masih sangat mentah.
    Memeram buah-buahan dengan menggunakan karbit ini juga mengeluarkan ’radikal bebas’ yang dapat memicu terjadinya penyakit kanker, penyakit jantung, stroke, arthritis dan alergi. Juga karbit yang seharusnya dipergunakan untuk tujuan industri ini, mengandung zat arsen (warangan) dan fosfor yang berbahaya bagi tubuh kita

    BalasHapus
  5. Dengan penambahan karbit pada pematangan buahmenyebabkan konsentrasi ethilen menjadi meningkat. Hal tersebut menyebabkankecepatan pematangan buah pun bertambah. Semakin besar konsentrasi gas ethilensemakin cepat pula proses stimulasi respirasi pada buah. Hal ini disebabkan karenaethilen dapat meningkatkan kegiatan-kegiatan enzim karatalase, peroksidase, danamilase dalam buah. Selain itu juga, ethilen dapat menghilangkan zat-zat serupa protein yang menghambat pemasakan buah.
    dampak menggunakan karbit.
    menurut saya lebih baik pematangan buah secara alami yaitu karbohidrat dalam kandungan daging buahnya berubah menjadi glukosa, yang
    membuat rasa manis dan melunak. jika dibandingkan dengan hasil karbitan, zat pati berkurang,
    sehingga kemanisan juga menjadi berkurang.. jika menggunakan karbit dikhawatirkan gas dari karbit menempel di kulit
    dan diserap ke dalam daging buah. Jika tertelan, menimbulkan dampak berbahaya. Tetapi
    kandungan vitamin dan mineral tidak mengalami perubahan.
    Perlu diketahui juga buah yang dikarbit selain rasanya kurang manis, juga gampang busuk.

    BalasHapus
  6. Mengapa kalsium karbida disebut karbida padahal senyawa tersebut tidak mengandung ion karbida?

    BalasHapus
  7. kenapa menggunakan limbah karbit? padahal limbah karbit masuk dalam jenis limbah b3 yang mana berbahaya
    apa yang memebuat buah atau sayuran yang menggunkan pupuk limbah karbit aman di konsumsi?

    BalasHapus
  8. kalau sering menghirup abu sisa karbit, ada efek samping y.

    BalasHapus
  9. apakah temperature yang panas pada saat pemeraman buah dengan menggunakan karbit dapat merusak vitamin C dalam buah? mengingat sifat vitamin c sendiri mudah rusak oleh panas

    BalasHapus
  10. Apa benar karbid bisa membersihkan Kotoran pada logam,,,

    BalasHapus
  11. Apa benar karbid bisa membersihkan Kotoran pada logam,,,

    BalasHapus
  12. Apa benar karbid bisa membersihkan Kotoran pada logam,,,

    BalasHapus
  13. Apa benar karbid bisa membersihkan Kotoran pada logam,,,

    BalasHapus